goresan ika

the world through my eyes

Review: The Boy Who Ate Stars February 19, 2012

Filed under: my world — goresanika @ 11:55 am

The Boy Who Ate Stars
The Boy Who Ate Stars by Kochka
My rating: 4 of 5 stars

I love this book! It tells about Lucy, a little girl who had a neighbour named Matthew who was autistic. Lucy then had unique experiences in her way to understand autism. She cared for Matthew and she tried a lot of ways to help Matthew communicate with others. In her journey she found how their friendship taught her to see the world through Matthew’s eyes. The way the book was written was simple and I really enjoyed reading it.

View all my reviews

 

Aku Ingin February 16, 2012

Filed under: my life — goresanika @ 7:15 pm
Tags:

Aku ingin jadi tempatmu bersandar kala lelah melanda
Aku ingin jadi tempatmu berkeluh kesah kala penat menyapa
Aku ingin jadi penenangmu kala khawatir merasuk
Aku ingin jadi tempatmu berbagi kala kesedihan dan bahagia mengisi
Aku ingin bersama mengalami setiap rasa yang kau rasa

~lewat senja, 16022012

 

How to make the impossible possible? February 8, 2012

Filed under: my life — goresanika @ 6:50 pm
Tags:

Question of the day: How to make the impossible possible?
Pertanyaan ini begitu terngiang-ngiang hingga kujadikan status BBM. Tak lama kemudian seorang teman menulis BM. Dia bilang, “It’s in the word itself, I’m possible.” Hehehe…iya juga ya, mungkin jawabannya terletak pada keyakinan bahwa hal tersebut mungkin untuk dilakukan.
Nah, memang untuk punya keyakinan terhadap sesuatu/ seseorang itu tak mudah. Bahkan keyakinan pada diri sendiri. Iya sih, kalau dipikir-pikir, cukup sering juga aku meragukan diri sendiri. Hingga saat ini masih sering rasanya aku meng-underestimate diri sendiri.
Sebenarnya, bagaimana sih supaya nggak meragukan diri sendiri? Ya, mungkin jawabannya bisa beragam. Ada orang yang memilih membaca buku-buku self-help. Beberapa yang lain mencoba mencari pengakuan dari orang lain. Ada pula yang memilih berkonsultasi dengan psikolog.
Tapi memang loh, tidak mudah berhadapan dengan diri sendiri. Our biggest enemy is ourselves. Mungkin terdengar absurd, tapi seringkali percaya pada diri sendiri itu sesulit mencari jarum di tumpukan jerami *hehehe…agak lebay ya contohnya*.
Pengalaman masa lalu bisa membentuk seseorang sulit menghargai dan percaya pada dirinya. Butuh waktu yang tak singkat untuk membangun rasa percaya diri ini. Sulit, namun tetap mungkin.
Rasanya memang niat adalah kunci utama. When we believe that something is possible, we have to believe that we can reach it. We’re worthy to fight for it. We’re worthy because of who we are, not because someone else thinks that way.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 80 other followers