Question of the day: How to make the impossible possible?
Pertanyaan ini begitu terngiang-ngiang hingga kujadikan status BBM. Tak lama kemudian seorang teman menulis BM. Dia bilang, “It’s in the word itself, I’m possible.” Hehehe…iya juga ya, mungkin jawabannya terletak pada keyakinan bahwa hal tersebut mungkin untuk dilakukan.
Nah, memang untuk punya keyakinan terhadap sesuatu/ seseorang itu tak mudah. Bahkan keyakinan pada diri sendiri. Iya sih, kalau dipikir-pikir, cukup sering juga aku meragukan diri sendiri. Hingga saat ini masih sering rasanya aku meng-underestimate diri sendiri.
Sebenarnya, bagaimana sih supaya nggak meragukan diri sendiri? Ya, mungkin jawabannya bisa beragam. Ada orang yang memilih membaca buku-buku self-help. Beberapa yang lain mencoba mencari pengakuan dari orang lain. Ada pula yang memilih berkonsultasi dengan psikolog.
Tapi memang loh, tidak mudah berhadapan dengan diri sendiri. Our biggest enemy is ourselves. Mungkin terdengar absurd, tapi seringkali percaya pada diri sendiri itu sesulit mencari jarum di tumpukan jerami *hehehe…agak lebay ya contohnya*.
Pengalaman masa lalu bisa membentuk seseorang sulit menghargai dan percaya pada dirinya. Butuh waktu yang tak singkat untuk membangun rasa percaya diri ini. Sulit, namun tetap mungkin.
Rasanya memang niat adalah kunci utama. When we believe that something is possible, we have to believe that we can reach it. We’re worthy to fight for it. We’re worthy because of who we are, not because someone else thinks that way.
Like this:
One blogger likes this post.
Recent Comments