goresan ika

the world through my eyes

Sepucuk Surat untuk Mama December 20, 2009

Filed under: my life,my world — goresanika @ 3:41 pm
Tags: ,

Ma, sebentar lagi hari Natal. Natal ini akan jadi Natal ketiga tanpa Mama. Ya, Natal tak akan pernah sama lagi tanpa Mama. Terangnya cahaya lampu yang terpasang di pohon-pohon Natal di mall, tak akan mungkin menyamai terangnya senyum Mama saat Natal.

Aku ingat, Mama selalu bersemangat menyambut Natal. Jauh-jauh hari, Mama akan bertanya padaku, Kak Deasy, & Vita, mau pake baju apa saat Natal. Tangan Mama yang terampil memang amat ahli menghasilkan baju yang nggak mungkin ditemukan di mall.

Mama juga yang paling bersemangat menghias pohon Natal. Mama memang artistik. Meskipun biasanya anak-anak yang menghias, Mama akan kasih saran, kalau perlu final touch-nya Mama yang buat. Well, saat Mama mulai sakit, memang suasana menghias pohon Natal jadi berbeda.

Ma, sekarang aku punya pohon Natal kecil. Jauh berbeda dengan pohon Natal yang biasa kita hias. Menghiasnya pun tak sampai 5 menit. Tapi, tiap detik kuletakkan hiasan pada pohon itu, aku berharap Mama pun melihatnya dan memberikan final touch ala Mama.

Ma, inget nggak, meskipun Mama punya diabetes, Mama masih sanggup nyetir mobil sendiri. Mama paling anti terlambat ke gereja, makanya kita sering berangkat lebih awal, supaya di gereja bisa duduk di deretan agak depan. Ya, suasana malam Natal dan hari Natal di gereja memang amat berbeda. Orang yang datang jauh lebih banyak dari biasanya. Mama memang hebat. Dengan kadar gula darah sekitar 200-300, Mama masih sanggup berkonsentrasi dan memperhatikan jalan.

Mama memang seorang pejuang. Tak henti-hentinya Mama ingatkan kami, anak-anak Mama untuk selalu bercita-cita yang tinggi. Mama ingin kami punya pendidikan yang baik. Aku ingat, kalau dulu dapet nilai jelek, aku selalu deg-degan mau kasih tau Mama dan minta tanda tangan. Biasanya sebelum Mama berkomentar, aku akan bilang kalau aku memang tidak teliti hehehe…

Ma, Natal tanpa Mama memang berbeda. Kadang rindu rasanya bergereja sama Mama. Mama seringkali menangis saat ibadah. Mungkin beban hidup terlalu berat ya Ma. Tapi Mama nggak pernah menyerah. Mama rajin sekali berdoa dan bersaat teduh. Sampai Mama sakit dan tak sanggup beranjak dari tempat tidur, dari bibir Mama selalu terlantun lagu-lagu pujian.

Ma, semoga di surga Mama bisa menikmati tiap detik perayaan Natal. Semoga air mata Mama tak mengalir lagi. Eh, kalau di surga, apa berarti tiap hari adalah Natal ya Ma? Mama ikutan paduan suara sama malaikat nggak?

Ma, kalau boleh, Mama coba minta izin sama malaikat untuk pinjam sayapnya sebentar saja. Kalau bisa, Mama terbang ya ke rumah saat malam Natal. Aku kangen lihat senyum Mama…

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 80 other followers