goresan ika

the world through my eyes

A Prayer by Paulo Coelho November 17, 2010

Filed under: my world — goresanika @ 2:28 pm
Tags: ,

I read this prayer in Paulo Coelho’s book “Like the Flowing River”. It inspires me a lot. I hope it inspires you too…

Lord, protect our doubts, because Doubt is a way of praying. It is Doubt that makes us grow because it forces us to look fearlessly at the many answers that exist to one question. And in order for this to be possible…

Lord, protect our decisions, because making Decisions is a way of praying. Give us the courage, after our doubts, to be able to choose between one road and another. May our YES always be a YES, and our NO always be a NO. Once we have chosen our road, may we never look back nor allow our soul to be eaten away by remorse. And in order for this to be possible…

Lord, protect our actions, because Action is a way of praying. May our daily bread be the result of the very best that we carry within us. May we, through work and Action, share a little of the love we receive. And in order for this to be possible….

Lord, protect our dreams, because to Dream is a way of praying. Make sure that, regardless of our age or our circumstances, we are capable of keeping alight in our heart the sacred flame of hope and perseverance. And in order for this to be possible…

Lord, give us enthusiasm, because Enthusiasm is a way of praying. It is what binds us to the Heavens and to Earth, to grown ups, and to children; it is what tells us that our desires are important and deserve our best efforts. It is Enthusiasm that reaffirms to us that everything is possible, as long as we are totally committed to what we are doing. And in order for this to be possible…

Lord, protect us, because Life is the only way we have of making manifest Your miracle. May the earth continue to transform seeds into wheat, may we continue to transmute wheat into bread. And this is only possible if we have Love; therefore, do not leave us in solitude. Always give us Your company, and the company of men and women who have doubts, who act and dream and feel enthusiasm, and who live each day as if it were totally dedicated to Your glory.

Amen

 

I Love Jogja March 2, 2010

Filed under: my world — goresanika @ 12:14 am
Tags: , ,

Jogja selalu bikin kangen. Meskipun udah berkali-kali ke Jogja, rasanya nggak pernah bosen dan selalu ada cerita baru dari Jogja.
Petualangan Ikachu kali ini dimulai tanggal 25 Feb Malam. Bersama Si Cinta dan 2 orang teman lainnya, kami berangkat dengan kereta Senja Utama Solo yang berangkat jam 20.30 dari Stasiun Senen. Untungnya kami nggak perlu menunggu lama. Tak lama setelah tiba di Senen, kereta yang ditunggu datang.

Rasanya pengalaman terakhir naik kereta itu waktu kelas 3 SMA, study tour ke Jogja. Saking sudah lamanya, Ikachu sama sekali nggak inget suasana di kereta. Anyway, suasana di kereta bisnis cukup riuh rendah. Banyak sekali penumpang yang berdiri yang pada akhirnya menyerah dan mulai lesehan di lantai. Memang orang Indonesia itu hebat ya. Meskipun tergencet-gencet, nggak ada tuh, penumpang yang merasa tersinggung kalau tersenggol berkali-kali. Luar biasa ya, perjuangan orang Indonesia demi pulang kampung.

Perjalanan cukup lancar, meskipun kereta cukup lama berhenti di Cikampek. Nampaknya banyak oknum-oknum tak bertanggung jawab yang nggak beli karcis, jadi di Stasiun Cikampek berulang kali petugas berkata dengan pengeras suara agar orang-orang yang nggak beli tiket sadar diri dan beli tiket di situ. Well, nggak tahu juga sih, apakah akhirnya petugas berhasil menangkap oknum-oknum tersebut, yang pasti setelah menunggu sekitar 30-45 menit, kereta kembali meneruskan perjalanan.

Bangun, tidur, bangun, tidur.
Suasana di kereta yang riuh rendah tak mampu mengusir kantuk, akhirnya Ikachu sempat tidur juga, meskipun jauh dari nyenyak. Tapi paling tidak ada beberapa saat dimana Ikachu bisa mengistirahatkan mata sejenak.

Stasiun

Setelah sekian jam, akhirnya kereta sampai juga di Jogja sekitar pukul setengah 8. Sangat telat jika dibandingkan dengan jadwal yang seharusnya, sekitar setengah 6. Dengan terburu-buru (karena kebelet pipis), kami berjalan menuju losmen yang sudah di-booked di daerah Pasar Kembang. Pasar Kembang? Yup, THE Pasar Kembang. I know that it’s a red district, but finding a place to rent in holiday season is never easy, right? So, meskipun dari berbagai sisi ada kekurangan-kekurangan, kami masih bisa dibilang beruntung karena bisa menemukan penginapan saat long weekend. Setelah mandi, kami siap-siap mencari sarapan. Pilihan kami jatuh pada sebuah restoran kecil dekat losmen. Kami sengaja memilih tempat yang dekat, karena sebentar lagi mobil yang kami sewa akan datang. Selesai menyantap gudeg (yang sebenarnya cukup mahal untuk ukuran Jogja), kami kembali ke losmen dan mobil Avanza sewaan sudah menunggu bersama Pak Supir. Off we went. Agenda hari itu adalah keliling pantai di Wonosari. Eh, ndilalah di perjalanan si Avanza ngambek, mogok. Jadilah kami menepi. Pak Supir dengan telaten menelepon bosnya untuk mengirim mobil pengganti. Setelah menunggu hampir 1 jam, akhirnya si bos datang dengan Xenia. Fiuh, penantian yang penuh dengan peluh pun berakhir. Wonosari yang terkenal dengan tanjakan bisa ditaklukan oleh si Xenia. Tujuan pertama kami adalah Pantai Baron. Pantai Baron bersama dengan 5 pantai lainnya terletak berdekatan, jadi dalam sehari kita bisa keliling ke beberapa pantai. Baron cukup ramai. Meskipun tak sepopuler Parang Tritis, Pantai Baron menjadi sebuah kawasan wisata alternatif. Pantainya unik, karena ada bagian pantai yang terpisah dengan laut dan tak berombak. Anak-anak banyak memilih untuk berenang di sini. Bagian laut yang lebih terbuka jadi pilihan untuk anak-anak ABG. Ombak di Baron cukup besar, hingga ada satu bapak penjual kalung mengingatkan beberapa remaja yang sedang asyik bercanda untuk bergeser sedikit, karena tempat mereka berdiri merupakan salah satu daerah pertempuran ombak.

Pantai Baron

Di Baron kami sempat minum es kelapa. Seger luar biasa, di tengah terik matahari yang membuat kulit muka menjadi merah. Dari Baron kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Krakal. Menurut si bapak penjual kalung, Pantai Krakal adalah pantai yang paling bagus. Karena penasaran, jadilah kami ke sana. Jarak Krakal dari Baron tidak jauh, hanya sekitar 20-30 menit perjalanan. Berbeda dengan Baron, Krakal bisa dibilang sangat sepi. Tak banyak turis yang memilih ke sini. Krakal memang indah, tapi ketinggian ombaknya membuat Krakal tak mungkin digunakan untuk tempat berenang. Karang-karang yang besar membuat perahu juga tak mungkin berlayar dari situ. Kalau Baron berpasir hitam, Krakal berpasir putih. Di Krakal banyak sekali obyek foto yang menarik. Lanskap di Krakal memang tak ada duanya. Tak heran si bapak penjual kalung merekomendasikan Krakal sebagai pantai tercantik. Di Krakal Ikachu banyak ambil foto. Rasanya tiap sudut pantai bisa jadi obyek yang menarik. Setelah puas, kami memilih untuk pulang, karena takut kesorean. Medan Wonosari cukup sulit dilewati, makanya kami nggak mau Pak Supir kerepotan mengendalikan si Xenia di malam hari.

Pantai Krakal

Petualangan hari kedua.
Hari kedua kami bangun agak siang. Setelah mandi, kami siap-siap mencari makan. Pilihan jatuh pada penjual nasi rames di depan Mal Malioboro. Lezat & murah! That’s what I like about food in Jogja :D . Setelah sarapan, kami memutuskan untuk mencicil membeli oleh-oleh. Mirota batik jadi tempat yang wajib dikunjungi. Memang sih, barang-barangnya agak mahal, tapi suasana belanjanya nyaman dan pilihannya pun banyak. Dari Mirota, kami lanjut ke Pasar Bringharjo. Denger-denger, harga-harga di situ lebih murah daripada di Malioboro. Setelah memborong kaos dan blus batik, kami memutuskan untuk ke Prambanan naik Trans Yogya. Trans Yogya merupakan transportasi yang cukup baru di Yogya. Idenya mirip dengan Transjakarta, tapi Trans Yogya tak punya jalur khusus. Haltenya pun jauh lebih kecil dari Transjakarta. Tapi ada satu hal yang dimiliki Trans Yogya yang nggak dimiliki Transjakarta: kantong plastik untuk muntah! Hahaha…serius! Lucu banget ya! Very thoughtful! Perjalanan ke Prambanan sebenarnya tidak terlalu lama, tapi di Shelter Janti, kami sempat menunggu lama karena sempat ada bus yang terlambat.

Angkringan

Setiba di Prambanan, kami memutuskan untuk makan dulu. Untungnya kami menemukan angkringan. Nggak afdol rasanya kalau ke Jogja nggak makan angkringan. Ikachu memutuskan memilih kupat tahu. Pedasnya mantabssss!!! Dengan perut kenyang, kami lanjutkan perjalanan dengan andong. Harga standar andong hingga ke pintu masuk Rp 20.000,00. Tiba di pintu masuk, kami membeli karcis dan memutuskan untuk beristirahat sebentar. Prambanan puanaaaaassss luar biasa. Untung kami membawa payung. Setelah beberapa waktu beristirahat, mulailah hunting foto dimulai.

Prambanan

Candi-candi di Prambanan luar biasa cantiknya. Memang ada beberapa candi yang diberi pagar dab tak boleh dimasuki, tapi masih ada candi-candi yang boleh didaki dan dimasuki. Di Prambanan kami menghabiskan waktu cukup lama. Puas rasanya mengabadikan kecantikan Prambanan. Rasanya di situlah Ikachu terbanyak mengambil foto. Dari Prambanan, kami pulang dengan Trans Yogya. Ternyata di tengah perjalanan kami diberitahu jika Jalan Malioboro ditutup karena ada acara Pekan Budaya Tionghoa, sehingga kami harus turun di halte Taman Pintar. Jarak dari Taman Pintar ke losmen cukup jauh, tapi ya sudahlah. Di sepanjang perjalanan orang-orang sudah bersiap-siap menyaksikan karnaval. Karena penasaran, selesai mandi di losmen, kami buru-buru kembali ke Malioboro. Untung saja waktunya tepat! Pertunjukan Liong terpanjang baru saja dimulai. It was great! Meskipun harus struggling mendapatkan posisi untuk mengambil foto, Ikachu dapat beberapa foto yang cukup representatif :p.

Calung Punk

Selesai menonton karnaval, kami putuskan untuk belanja oleh-oleh. Kami mampir ke toko Kawedar untuk beli bakpia dan wingko. Bakpianya tidak terlalu mahal, sekitar Rp 18.000,00 – Rp 20.000,00. Oya, malam itu di Malioboro kami beruntung banget bisa menyaksikan satu grup seniman yang menamakan dirinya “Calung Punk”. Dengan alat-alat musik tradisional yang di-combined dengan alat musik modern, mereka membawakan lagu-lagu daerah. Mantabs banget deh! Luas biasa kreatif! Akhirnya kaki yang lelah nggak bisa diajak kompromi. Niatan untuk ke tugu batal karena hari itu badan rasanya pegal luar biasa.

Pagi terakhir di Jogja.
Tanggal 28 Feb merupakan pagi terakhir di Jogja. Jadwal keberangkatan kereta Fajar Utama jam 7.30. Karena itu sejak jam 6.00 kami sudah berburu sarapan. Pilihan Ikachu jatuh pada bubur ayam. Bubur ayam Jogja agak sedikit beda. Kaldu ayamnya lebih kental, tapi memang porsinya lebih sedikit dari bubur ayam di Jakarta. Kami menikmati sarapan sambil menonton senam pagi massal warga Jogja. Hari itu Malioboro ditutup untuk kegiatan senam pagi. Selesai makan, kami buru-buru kembali ke losmen dan checked out. Untunglah stasiun tidak jauh dari losmen. Tas-tas bertambah berat dengan oleh-oleh, khususnya 6 kardus bakpia hehehe. Perjalanan dengan Fajar Utama Yogya cukup on time. Silih berganti pedagang asongan menawarkan jajanan, namun penumpangnya tidak sebanyak penumpang saat perjalanan ke Yogya. Sekitar pukul 17.30 Ikachu sampai di stasiun Jatinegara. Saat menginjakkan kaki di sana, Ikachu udah kangen Jogja lagi. Jogja, I love you…

 

All Good Things (Come to An End) by Nelly Furtado August 29, 2009

Filed under: my world — goresanika @ 11:29 pm
Tags:

Baru nyadar dalemnya lirik lagu ini. Puitis banget!

Honestly, what will become of me?
I don’t like reality
It’s way too clear to me

But really life is dandy
We are what we don’t see
We miss everything daydreaming

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Come to an end, come to an
Why do all good things come to an end?
Come to an end, come to an
Why do all good things come to an end?

Traveling I always stop at exits
Wondering if I’ll stay
Young and restless
Living this way I stress less

I want to pull away when the dream dies
The pain sets it and I don’t cry
I only feel gravity and I wonder why

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Come to an end, come to an
Why do all good things come to an end?
Come to an end, come to an
Why do all good things come to an end?

Dogs were whistling a new tune
Barking at the new moon
Hoping it would come soon
So that they could die

Dogs were whistling a new tune
Barking at the new moon
Hoping it would come soon
So that they could die

Die, die, die

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Flames to dust
Lovers to friends
Why do all good things come to an end?

Come to an end, come to an end
Why do all good things come to an end?
Come to an end, come to an end
Why do all good things come to an end?

Well the dogs were barking at the new moon
Whistling a new tune
Hoping it will come soon

And the sun was wondering if it should
Stay away for a day ?til the feeling went away
And the sky was falling
And the clouds were dropping
And the rain forgot how to bring salvation

The dogs were tune barking at the new moon
Whistling a new tune
Hoping it would come soon
So that they could die

 

Seperti Hidup Kembali by Andra and the Backbone August 14, 2009

Filed under: my world — goresanika @ 4:21 pm
Tags:

Love the song so much…

Kau temukan aku..
Ketika ku rapuh..
Terdampar membisu seperti debu

Matahari..
Seakan tak lagi..
Menyinari hati sepi ini..

Kau temukan aku ketika ku jatuh
Terhempas membisu terbalut pilu

Matahari seakan tak lagi..
Menyinari hati sepi ini

Luka tertinggal di hati..
Terlalu dalam tuk pergi..
Melumpuhkan s’luruh hidupku..
Hidupku..

Reff*
Beri aku cinta..
Beri aku rasa..
Agar aku bisa seperti dirimu..

Beri aku sentuhmu..
Beri aku rindumu..
Agar aku bisa..
Seperti hidup kembali..

*
Kau nyalakan cahaya hati..
Yang telah mati..
Kau terangi gelap dihati..
Bangkitkan jiwaku..
Dari mimpi burukku..

 

LOVE by Paulo Coelho June 28, 2009

Filed under: my world — goresanika @ 2:15 pm
Tags: ,

There is always someone in the world waiting for someone else, whether in the middle of the desert or in the heart of some big city. And when these two people’s paths cross and their eyes meet, the whole of the past and the whole of the future lose all importance, and there only exists that moment and that incredible certainty that everything under the Sun was written by the very same Hand. The Hand that awakens Love and creates a sister soul for everyone who works, rests and seeks treasures under the Sun. Were it not for this, the dreams of the human race would make no sense.

 

Suatu Sore di Kampus UI February 15, 2009

Filed under: my world — goresanika @ 11:48 am
Tags: ,

sore-sore /jalan-jalan /foto-foto /cheese! / cekrek-cekrek / duduk-duduk / ketawa-ketawa / curhat-curhat / soal pacar / soal kerjaan / soal nikah hehehe / what a relaxing afternoon!

Si Cintacapikachu2capikachu4bareng-bareng2capikachu

 

twilight December 7, 2008

Filed under: my world — goresanika @ 5:37 pm
Tags:

twilight-movie-posterAbis nonton filmnya kemarin. Ide ceritanya sebenerya klasik, tapi dikemas dengan apik. Kayaknya emang paling seru kalo nonton love story yang kedua tokohnya sangat berbeda. Udah gitu ngeliat perjuangan cinta mereka. It’s like everyone can relate themselves to it. Well…I can :) . Sebenernya film ini nggak banyak bertabur bintang, tapi mungkin itu juga yang jadi daya pikatnya.

Menurut Ikachu pemeran Bella (Kristen Stewart) pas banget meranin tokoh Bella. Mukanya cuek banget, gayanya asyik, tapi bisa berubah jadi romantic gitu. Robert Pattinson juga oke. Aktingnya bisa mewakili ke-awkward-an vampir pas jatuh cinta sama manusia.

Yang membuat Ikachu tertarik nonton film ini adalah tagline-nya. “If you can live forever, what do you live for?” Hehehe..dalem ya… Pertanyaan itu menarik banget… Thought provoking…

Oya, soundtracknya juga oke. Ikachu paling suka Iron & Wine — Flightless Bird, American Mouth. 

Jadi pingin baca bukunya nih…

 

Lirik Laskar Pelangi October 22, 2008

Filed under: my world — goresanika @ 7:29 pm
Tags:

Hari ini denger anak-anak Grade 7 latihan untuk assembly. Mereka mau nyanyi lagu ini. Jadi pingin ikutan nyanyi…

Mimpi adalah kunci / Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah / sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi / Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa / Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa / Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa / Cinta kita di dunia

Selamanya…

Cinta kepada hidup / Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil / Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi / Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai / Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa / Walau dunia takseindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa / Cinta kita di dunia

Selamanya…

Hidup itu memang indah ya…

 

Laskar Pelangi October 12, 2008

Filed under: my world — goresanika @ 1:59 pm
Tags: , ,

“Menarilah dan terus tertawa / walau dunia tak seindah surga / bersyukurlah pada Yang Kuasa / cinta kita di dunia…”

www.laskarpelangithemovie.blogspot.com

www.laskarpelangithemovie.blogspot.com

Lirik lagu ini terngiang-ngiang terus nih. Demam Laskar Pelangi sedang mewabah Indonesia. Gimana nggak, sejak dirilis sampai dengan minggu ini, antrian penonton tetep panjang! Bahkan nggak sedikit bioskop yang buka 2 studio khusus untuk mengakomodasi calon penonton.

Untungnya Ikachu sama Si Cinta akhirnya bisa nonton juga di Platinum, Margo City. Tadinya sih mau nonton di Detos, tapi karena tiket udah abis dan filmnya baru akan diputer lagi jam setengah sepuluh malem, akhirnya kita coba ke Margo. Seneng banget akhirnya bisa dapet tiketnya. Yah…meskipun harus nunggu 3 jam di Margo untuk spending time, it’s okaylah. Demi Laskar Pelangi. Cieehhh…

Sebenernya sih Si Cinta udah kasih bukunya sejak lama, cuma Ikachu blum selesai baca. Emang dari dulu nih, penyakitnya Ikachu nggak sembuh-sembuh. Pasti kalo baca buku ada aja yang belum selesai tapi udah tergoda baca buku yang lain hehehe…. (maap ya Cin, bukannya aku nggak seneng sama bukunya loh)

Eniwei, film Laskar Pelangi buatan Miles dan Mizan ini emang bagus banget. Paling nggak bisa memvisualisasikan idenya Andrea Hirata yang luar biasa. Gambaran Belitong di tahun 70-an memang bisa memancing emosi pononton. Perbedaan status sosial jelas banget digambarin. Sekolah PN Timah dengan begitu banyak murid, bangunan megah, peralatan drumband jadi gambaran kelas sosial tinggi. Sementara itu SD Muhammadiyah dengan bangunan reyot, hampir rubuh, sering dimasukin kambing, murid yang cuma 10 anak, guru yang cuma 3 sampai akhirnya jadi 2 karena satu orang pindah kerja dan anak-anak dengan pakaian lusuh bikin hati trenyuh karena menyaksikan di Belitong yang kaya timah itu banyak anak-anak yang nggak bisa sekolah dengan layak. Bahkan ada orang tua yang lebih memilih anak-anaknya untuk jadi kuli timah atau kopra di usia muda.

Ikachu pribadi ngerasa tokoh Pak Harfan (kepala sekolah merangkap guru) inspiratif sekali. Kelihatan betul dedikasi dan pengorbanan dia untuk mendidik anak-anak. Satu kalimat yang terus terngiang adalah ketika Pak Harfan bilang bahwa dalam hidup kita harus berusaha memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Jadi mikir sih, selama ini Ikachu ada di sisi mana? Pak Harfan yang ada dalam kondisi yang mungkin sebagian besar orang bilang tidak beruntung, bisa punya nilai yang seluhur itu. Ajaib ya!!! Hidupnya hanyalah untuk memberi dan memberi.

Akting anak-anak Belitong juga sangat natural. Ikachu seneng banget liat aktingnya Ferdian (Lintang) sama Veris (Mahar). Suara Veris juga oke banget pas nyanyi Bunga Seroja. Keren euy! Penghayatan mereka sangat kentara. Semoga aja film ini bisa kasih warna yang berbeda buat perfilman Indonesia. Kadang heran juga sih ngeliat film kita yang isinya “cuma” seputar hantu dan seks. Tapi ternyata tetep ada juga yang nonton. Hmm..mungkin emang lewat cara begitu perfilman kita jadi dewasa. Mungkin harus lewat fase ini dulu ya. Atau ya, mungkin selera pasar memang begitu adanya.

Setelah nonton film ini rasanya makin ingin meraih mimpi. ‘Tul, nggak?

laskar pelangi / takkan terikat waktu / jangan berhenti mewarnai / jutaan mimpi di bumi

p.s: kalo mau denger lagu-lagu, liat trailer, dan tau berita seputar Laskar Pelangi, bisa klik di sini

 

Gokil September 24, 2008

Filed under: my world — goresanika @ 2:46 pm
Tags:

Gokil. Itulah judul bukunya Mbak Miund yang isinya kompilasi dari postingannya di blog. Judul yang sesuai banget sama isinya. Hehehe…seru abis, ga bosen baca bukunya deh.

Niatnya sih waktu ke TM Bookstore mo cari buku buat dibawa pas mudik. Alhasil Ikachu beli 2 buku. Yang satu Gokil, yang satu lagi Chosen, yang isinya tentang sejarah Ratu Ester. Emang sengaja sih, pilih 2 buku dengan genre yang beda.

Saking penasarannya, Gokil udah mulai dibaca. Kocak abis ya, si Mbak Miund itu. Gaya tuturnya lugas dan seger banget. Bikin ngakak nggak brenti-brenti.

Kadang Ikachu suka nggak abis pikir, kok ada ya…orang yang berbakat banget mengolah kata kayak gitu. Padahal sebenernya yang diomongin itu hal-hal remeh. Tapi justru di situlah menariknya.

Kapan ya, bisa bikin tulisan se-inspiring Mbak Miund?

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 80 other followers