Kata orang kita ini berbeda
Kupikir juga demikian
Dalam hati seringkali terucap
Betapa berbedanya kamu dan aku
Kamu ibarat air
Tenang, santai, tak terburu-buru
Kamu mengalir tanpa beban
Menikmati semua yang ditawarkan oleh hidup
Aku ibarat api
Meledak-ledak, khawatir, dan sering ketakutan
Seringkali merasa tak nyaman dan takut kehilangan
Begitu obsesif akan apa yang ada, hingga lupa cara menikmatinya
Kamu yang lebih akrab dengan bilangan biner
Bertemu aku yang lebih suka aksara
Kamu yang jauh lebih realis
Bertemu aku si tukang khayal
Kamu memang berbeda
Kadang kuharap, kamu mencoba menjadi aku
Dengan harapan supaya kamu mengerti duniaku
Berulang kali pengandaian ini kukhayalkan
Tapi, kamu memang berbeda
Tak mungkin kupaksakan cara pandangku
Tak mungkin kupinjamkan kacamataku padamu
Karena dengan begitu, kamu bukan lagi kamu
Kata orang, kita menarik kutub yang berbeda
Sungguh kuamini hal itu
Entah mengapa, betapa pun berbedanya kamu dan aku
Kamu tarik diriku makin dekat padamu
Kamu bagaikan warna yang tak pernah kupunya
Warna-warna terindah yang mengingatkanku akan rumah
Warna-warna hangat yang membuatku ingin berpijak
Warna-warna berbeda yang membuat lukisan hidupku menjadi utuh
Like this:
Be the first to like this post.
Recent Comments